5 Lagu Lebaran yang Wajib Masuk Playlist Idul Fitri Kamu

<div>
<strong>Jakarta: </strong>Hari Raya <a href=”https://www.medcom.id/tag/28226/lebaran-2026″>Idulfitri</a> selalu menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim sebagai simbol kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Selain menjadi ajang silaturahmi dan kumpul keluarga, suasana Lebaran rasanya kurang lengkap tanpa iringan musik yang pas.<br/> <br/>
Tak heran, banyak musisi yang terinspirasi untuk menciptakan karya bertema hari raya, mulai dari aransemen ulang lagu klasik hingga lagu dengan perspektif baru yang unik. <br/> <br/>
Kali ini, Medcom.id sudah merangkum 5 rekomendasi <a href=”https://www.medcom.id/tag/26471/lagu”>lagu</a> bertema Idulfitri yang siap menemani momen kemenangan kamu tahun ini.
<div>
<p><strong>Baca Juga :</strong></p>
<h3><a href=”https://www.medcom.id/hiburan/musik/ObzRdmlb-candil-rilis-tiga-lagu-religi-sekaligus-gambarkan-perjalanan-spiritual-manusia”>Candil Rilis Tiga Lagu Religi Sekaligus, Gambarkan Perjalanan Spiritual Manusia</a></h3>
</div>
<h2>Rekomendasi 5 Lagu Lebaran</h2>
<h3>1. Deredia – “Lebaran”</h3>
<br/><br/>
Di urutan pertama, ada lagu “Lebaran” dari unit pop klasik bergaya era 50-an asal Jakarta, yaitu Deredia. Grup ini digawangi oleh Louise Monique (vokal), Raynhard Lewis (keyboard), Yosua Simanjuntak (gitar), Papa Ical (bass), dan Aryo Wicaksono (drum).<br/> <br/>
Kali ini, Monique dan kawan-kawan mengaransemen ulang “Lebaran”, lagu klasik yang dipopulerkan oleh penyanyi lawas Oslan Husein, ciptaan M. Jusuf, dengan iringan Orkes Widjaja Kusuma.<br/> <br/>
Lagu ini merupakan salah satu trek dari album bertajuk Tahu Tempe yang pertama kali dirilis pada tahun 1965. Sebelumnya, GIGI juga pernah membawakan lagu ini dalam versi berbeda dengan judul “Selamat Hari Lebaran”, yang masuk dalam album religi mereka berjudul Pintu Sorga (2006).
<h3>2. Cakra Khan – “Ketika Tangan dan Kaki Bicara”</h3>
<br/> <br/>
Momen Ramadan dan Lebaran 2026 menjadi sangat spesial berkat kolaborasi lintas generasi antara Cakra Khan dan almarhum sang maestro, Chrisye. Lagu religi ikonik ini dihadirkan kembali dalam versi remake yang memadukan vokal serak khas Cakra dengan rekaman suara asli mendiang Chrisye.<br/> <br/>
Liriknya yang diadaptasi dari puisi Taufiq Ismail (Surat Yasin ayat 65) memberikan pesan mendalam tentang pertanggungjawaban manusia, menjadikannya teman refleksi yang sempurna di hari yang fitri.
<h3>3. Dongker – “Takbir Terdengar Kejam”</h3>
<br/> <br/>
Berbeda dengan lagu Lebaran pada umumnya yang ceria, band punk rock asal Bandung, Dongker, menawarkan perspektif yang lebih emosional. Lewat lagu ini, Arno dan kawan-kawan bercerita tentang mereka yang tidak bisa pulang ke kampung halaman karena berbagai alasan, mulai dari tuntutan pekerjaan hingga masalah ekonomi.<br/> <br/>
Gema takbir yang biasanya identik dengan sukacita, di lagu ini digambarkan sebagai pengingat akan rasa rindu dan keterasingan yang menyayat hati bagi mereka yang merantau.
<h3>4. Hetty Koes Endang & Afifa Yusuf – “THR”</h3>
<br/> <br/>
“THR” (Tradisi Hari Raya) adalah lagu kolaborasi dari penyanyi legendaris Hetty Koes Endang bersama sang putri, Afifa Yusuf bertema lebaran yang dirilis pada Maret 2025 via label Musica Studios.<br/> <br/>
Melalui lagu ini, Hetty dan Afifah ingin mengingatkan bahwa merayakan Idul Fitri tidak harus dengan kemewahan. Yang terpenting adalah kebersamaan, saling memaafkan, serta menikmati momen makan bersama keluarga. <br/>
<br/>
Mereka juga menekankan bahwa basa-basi saat Lebaran, meskipun terkadang terasa mengganggu, sebenarnya merupakan bentuk perhatian dan kehangatan dalam tradisi masyarakat Indonesia.
<h3>5. Bin Idris – “Raya”</h3>
<br/> <br/>
“Raya” menjadi trek penutup dalam album kedua Bin Idris, Anjing Tua (2018). Penyanyi yang juga dikenal sebagai vokalis band rock Sigmun ini memaknai Idulfitri sebagai momen kemenangan sekaligus refleksi untuk melebur kesalahan.<br/> <br/>
Menariknya, seluruh lagu dalam album Anjing Tua, termasuk “Raya”, lahir dari inspirasi sederhana: sebuah gitar akustik baru yang dimiliki oleh Bin Idris. Gitar tersebut kemudian menjadi instrumen utama yang mendominasi album yang berisikan 7 track ini, menciptakan nuansa yang intim dan penuh perenungan dalam setiap track-nya.<br/> <br/>
<br/> <br/>
<br/> <br/>
<br/>
<br/> <br/><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di
<a href=”https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMO3SgQswosT9Ag?ceid=ID:id&oc=3&hl=id&gl=ID\”>
<div>
<img src=”https://va.medcom.id/2024//default/images/gnews.svg”/>
</div>
<div>
Google News
</div>
</a></strong><div>(ELG)</div> </div>
➡️ Baca Juga: 6 Drama Korea Terbaru Prime Video 2026, Ada Wi Ha-jun hingga Jun Ji-hyun!
➡️ Baca Juga: FBI Lakukan Investigasi Terhadap Game Steam yang Diduga Mencurigakan




