Hujan Deras Terjang, 80 Rumah di Babakan Fakultas Tegallega Bogor Terendam Banjir

Banjir kembali melanda wilayah Kampung Babakan Fakultas yang terletak di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu sore, 15 April 2026. Hujan deras yang mengguyur daerah tersebut memicu terjadinya banjir yang menggenangi permukiman penduduk, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat.
Penyebab Banjir di Bogor
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengungkapkan bahwa curah hujan yang tinggi mulai turun sejak pukul 15.00 WIB menyebabkan aliran sungai Ciparigi meluap. Hal ini berakibat pada genangan air di beberapa rukun warga (RW) di Kampung Babakan Fakultas.
“Kejadian banjir lintasan ini memang sering terjadi, terutama saat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi,” jelas Hardi saat dihubungi. Banjir yang melanda daerah ini bukanlah hal baru, namun frekuensinya meningkat seiring dengan perubahan cuaca yang ekstrem.
Kondisi Sungai yang Memperparah Situasi
Hardi menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab banjir adalah meningkatnya volume air yang tidak sebanding dengan kapasitas sungai di sekitar lokasi. Sungai Ciparigi yang semakin menyempit akibat sedimentasi dan pembangunan di sekitarnya tidak mampu menampung debit air yang tinggi saat hujan deras.
“Kondisi ini diperburuk oleh banyaknya bangunan yang didirikan di atas aliran sungai. Dengan demikian, banjir menjadi tak terhindarkan ketika hujan dengan intensitas tinggi turun,” tambahnya.
Dampak Banjir Terhadap Warga
Menurut informasi yang disampaikan oleh Hardi, sebanyak 80 rumah di lima rukun warga, yaitu RW 3, RW 4, RW 5, RW 7, dan RW 8, terdampak banjir. Meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa, banyak barang milik warga yang mengalami kerusakan akibat terendam air.
“Luas sungai yang semakin berkurang, ditambah lagi dengan banyaknya bangunan yang menghalangi aliran air, membuat kami tidak dapat menghindari banjir ini. Air akan selalu mencari jalurnya, dan ketika debit air meningkat, tidak ada pilihan lain selain meluap,” ungkapnya.
Upaya Menghadapi Banjir
Lurah Tegallega mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. Namun, ia juga menyadari bahwa masalah ini memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk menemukan solusi yang efektif.
- Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting.
- Peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
- Pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.
- Pengelolaan drainase yang lebih baik.
- Monitoring dan evaluasi kondisi sungai secara berkala.
“Mengingat aliran Sungai Ciparigi tidak hanya berasal dari wilayah Tegallega, melainkan juga dari daerah Baranangsiang, kami tidak bisa menangani masalah ini sendirian,” jelas Hardi, menggarisbawahi pentingnya kerjasama antar wilayah.
Keluhan Warga Terkait Banjir
Warga Kampung Babakan Fakultas menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi banjir yang dianggap semakin parah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi mereka yang terdampak.
Salah satu warga, Budi (51), menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah yang pernah ia alami. “Tiap tahun kami selalu mengalami banjir, tetapi yang kali ini benar-benar sangat mengkhawatirkan,” ungkap Budi. Ia menambahkan bahwa dampak dari banjir ini sangat besar bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Perlunya Solusi Jangka Panjang
Untuk mengatasi masalah banjir yang semakin sering terjadi, diperlukan adanya solusi jangka panjang yang melibatkan semua pihak. Pemerintah daerah harus memperhatikan infrastruktur yang ada dan berupaya untuk memperbaiki kondisi sungai yang sudah kritis.
“Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Tanpa tindakan yang tepat, kami akan terus menghadapi masalah yang sama setiap kali hujan deras,” kata Budi dengan nada penuh harapan.
Kesadaran Lingkungan dan Peran Masyarakat
Di tengah situasi yang sulit ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi hal yang sangat krusial. Setiap individu diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar demi mencegah terjadinya banjir yang lebih parah di masa depan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kita. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membangun di atas aliran sungai adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan,” ujar Hardi menekankan pentingnya peran serta masyarakat.
Pendidikan dan Sosialisasi
Pendidikan dan sosialisasi tentang pengelolaan lingkungan yang baik harus ditingkatkan. Kegiatan-kegiatan seperti penyuluhan tentang kebersihan sungai dan dampak negatif dari pencemaran harus menjadi agenda rutin di wilayah tersebut.
“Kami berencana untuk mengadakan kegiatan sosialisasi secara berkala agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan,” ujar Hardi menutup pernyataan.
Banjir yang melanda Kampung Babakan Fakultas adalah pengingat akan pentingnya perhatian terhadap lingkungan. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan masalah ini dapat diatasi secara efektif demi masa depan yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Perempuan 64 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Kontrakan, Investigasi Berlanjut
➡️ Baca Juga: Taman Margasatwa Ragunan Dipenuhi Pengunjung Sejak Pagi Saat Libur Lebaran


