DLH DKI Berupaya Normalisasi Operasional TPST Bantargebang dalam Waktu Satu Minggu

Dalam menghadapi tantangan yang diakibatkan oleh longsor di TPST Bantargebang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan langkah cepat dan intensif untuk merestorasi operasional pengelolaan sampah ibukota. Upaya ini ditargetkan dapat memulihkan kondisi TPST Bantargebang ke normal hanya dalam satu pekan.
Upaya Penanganan Material Longsor
Tak hanya berhenti pada penanganan dampak longsor, pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asep Kuswanto, juga berfokus pada pembersihan material longsor dan penataan ulang area yang terdampak di Zona 4A. Penataan ini penting agar aktivitas pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dan berjalan secara optimal.
Material longsor yang berada di aliran sungai menjadi sorotan khusus, dengan tim lapangan yang bergerak cepat untuk mengatasi hal tersebut. Tujuannya jelas, yaitu untuk mencegah adanya hambatan pada aliran air di sekitar lokasi kejadian.
Penataan Ulang Kawasan
Material longsor yang berhasil dibersihkan dari aliran sungai tersebut nantinya akan dipindahkan ke area penimbunan lainnya. Area penimbunan yang dimaksud di sini adalah Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar, yang juga menjadi bagian dari proses penataan kembali kawasan tersebut.
Penataan ulang ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi zona timbunan yang lebih aman dan tertata rapi. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berharap melalui penataan ulang ini, aliran sungai di sekitar lokasi dapat kembali lancar dan tidak lagi menyebabkan luapan air ke jalan.
Perbaikan Infrastruktur Penunjang
Selain penanganan material longsor, pemerintah provinsi DKI Jakarta juga melakukan perbaikan infrastruktur penunjang di sekitar TPST. Hal ini mencakup perbaikan turap kali di dua titik yang terdampak luapan air akibat kejadian longsor tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa sistem pengendalian air di sekitar kawasan TPST tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, perbaikan juga bertujuan untuk mencegah potensi gangguan baru yang bisa menghambat operasional pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Pemeliharaan dan Perapihan Zona Timbunan Sampah
Untuk memastikan stabilitas kawasan, pemeliharaan dan perapihan zona timbunan sampah tetap dilakukan. Fokus utama dari pekerjaan ini adalah pada Zona 3 Kepala Burung dan Zona 4 Besar, yang merupakan area krusial dalam sistem penimbunan sampah.
Operasional Pengelolaan Sampah
Meski proses pemulihan masih berjalan, pelayanan pembuangan sampah dari Jakarta tetap berjalan melalui tiga zona aktif. Pengelolaan sampah saat ini dilakukan melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.
Ketika proses perapihan di Zona 4 Besar yang sempat longsor telah selesai, zona tersebut akan kembali dioperasikan. Pengoperasian kembali zona ini diharapkan dapat menambah kapasitas layanan hingga sekitar 1.500 ton sampah per hari.
Alternatif Pengelolaan Sampah
Selama proses pemulihan berlangsung, sebagian sampah dialihkan ke beberapa fasilitas pengolahan lainnya. Fasilitas-fasilitas tersebut meliputi RDF Plant Bantargebang, PLTSa Merah Putih, dan RDF Plant Rorotan.
RDF Plant Bantargebang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 800 ton sampah per hari, sedangkan PLTSa Merah Putih mampu mengolah sekitar 100 ton sampah per hari. Sementara itu, operasional RDF Plant Rorotan menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.
Melalui berbagai upaya ini, total sampah yang dapat diolah hingga akhir pekan diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari. Dengan demikian, upaya normalisasi operasional TPST Bantargebang tetap berjalan meski harus menghadapi tantangan yang berat.
➡️ Baca Juga: BMKG: Potensi Hujan Lebat di Jabodetabek Hingga Tiga Hari ke Depan
➡️ Baca Juga: Xbox Series S RAM 10GB Kok Dipartisi 8GB Buat Game 2GB Buat OS

