<div>
Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menanamkan konsep pendekatan pembelajaran baru dalam kurikulum sejak awal 2025. Konsep tersebut disebutnya sebagai <a href=”https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/8KyZ3rYN-deep-learning-menjawab-tantangan-kekinian-anak-bangsa”><em>deep learning</em></a> atau pembelajaran mendalam.<br/> <br/>
Di dalamnya, terdapat pula konsep yang ia sebut sebagai pembelajaran <em>mindful</em>, <em>meaningful</em>, dan <em>joyful</em>. Hal ini memang merupakan satu hal yang baru dalam pembelajaran di Indonesia.<br/> <br/>
Konsep <em>deep learning</em> akan membawa pembelajaran yang lebih diterima para siswa. Sehingga apa yang dipelajari dapat diserap secara maksimal.<br/><br/>
Mu’ti mengatakan <a href=”https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/eN4mVyOb-peningkatan-kualitas-guru-penting-dalam-transformasi-pendidikan”>guru sedang dilatih</a> untuk dapat mengimplementasikan konsep tersebut. Guru yang sudah dilatih diharapkan dapat mengimbaskan kemampuannya kepada guru lain di sekolah yang sama.<br/> <br/>
“Sekarang kita masih dalam tahap pelatihan guru-guru dan proses pengimbasan untuk penerapan <em>deep learning</em> itu masih berjalan,” kata Mu’ti saat ditemui di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.<br/> <br/>
Guru yang sudah menguasai konsep <em>deep learning</em> pada sekolah tertentu akan mendapat perhatian. Sekolahnya, akan menjadi sekolah model untuk penerapan <em>deep learning</em>.<br/> <br/>
“Kami masih dalam proses semacam nominasi dan juga seleksi untuk sekolah model,” ungkap dia.<br/> <br/>
Ia berharap sekolah tersebut sudah dapat menjalankan <em>deep learning</em> secara penuh mulai tahun ajaran baru 2026-2027. Nah, apa saja empat kerangka pembelajaran dalam <em>deep learning</em>? Simak penjelasan berikut ini:<br/>
<div>
<p><strong>Baca Juga :</strong></p>
<h3><a href=”https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/aNrj39xN-mendikdasmen-perkenalkan-deep-learning-hingga-mbg-di-sidang-umum-uneso”>Mendikdasmen Perkenalkan Deep Learning hingga MBG di Sidang Umum UNESO</a></h3>
</div>
<h2>4 kerangka pembelajaran dalam deep learning</h2>
<h3>1. Strategi Mengajar</h3>
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan, untuk mewujudkan pembelajaran mendalam, guru berfokus pada pengalaman belajar murid yang autentik. Guru mengutamakan praktik nyata mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
<h3>2. Kemitraan Pembelajaran</h3>
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran, dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
<h3>3. Lingkungan Pembelajaran</h3>
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.
<h3>4. Pemanfaatan Teknologi</h3>
Pemanfaatan Teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalistator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif dan konstekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.<br/>
<br/> <br/><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di
<a href=”https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMO3SgQswosT9Ag?ceid=ID:id&oc=3&hl=id&gl=ID\”>
<div>
<img src=”https://va.medcom.id/2024//default/images/gnews.svg”/>
</div>
<div>
Google News
</div>
</a></strong><div>(REN)</div> </div>
➡️ Baca Juga: Penyelesaian Live Nation Menjauhkan Kemungkinan Pemisahan dengan Ticketmaster
➡️ Baca Juga: Lindungi THR Anda dari Ancaman Penipuan Digital
