Memaksimalkan Peluang Kerja dengan Kemampuan Bahasa Inggris: TOEIC Siap Kolaborasi dengan Universitas di Indonesia

Menurut Janet Garcia, Presiden dari Educational Testing Service (ETS), saat ini kemampuan berbahasa Inggris telah menjadi keterampilan esensial bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Hal ini dikonfirmasi oleh data internal ETS yang menunjukkan bahwa semua pemberi kerja menekankan pentingnya kemampuan bahasa Inggris. Sejalan dengan peningkatan permintaan kemampuan bahasa Inggris di dunia perekrutan kerja di Indonesia, TOEIC, lembaga pengujian bahasa Inggris internasional, berencana untuk memperluas kerja sama mereka dengan universitas-universitas di Indonesia.
“Mahasiswa berkuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Oleh karena itu, lulus dengan gelar dan skor TOEIC yang baik memberikan mereka kesempatan terbaik untuk mendapatkan pekerjaan,” ungkap Janet dalam sebuah acara Media Briefing TOEIC Global English Report yang diadakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Senin, 9 Maret 2026.
Berdasarkan praktek terbaik yang telah dilakukan di negara lain, mitra TOEIC di Korea Selatan telah berhasil menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan sejumlah universitas, yang kemudian menerapkan TOEIC sebagai standar bagi mahasiswanya. Model ini saat ini sedang dipertimbangkan untuk diterapkan di Indonesia oleh mitra lokal TOEIC.
ETS menawarkan beragam tes kemampuan bahasa Inggris, mulai dari TOEFL untuk mahasiswa internasional, TOEIC untuk kebutuhan dunia kerja, hingga tes lain seperti TOEFL ITP dan TOEFL YSS yang ditujukan untuk kelompok usia dan kebutuhan yang berbeda. Selain itu, TOEIC telah menjadi tes bahasa Inggris yang paling dominan untuk keperluan dunia kerja di Asia Tenggara selama kurang lebih 40 tahun.
Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, beberapa negara Eropa termasuk Prancis, serta Indonesia, merupakan pasar terbesar pengguna TOEIC. “Di Asia Tenggara, TOEIC telah lama diakui sebagai standar kemampuan bahasa Inggris di tempat kerja dan kami terus mempertahankan reputasi ini,” kata Janet.
➡️ Baca Juga: Nothing Phone 4a: Smartphone Entry-Level dengan Spesifikasi yang Lebih Unggul
➡️ Baca Juga: Rahasia Anggaran Rp 9,3 Triliun Chromebook: Penggunaan Tahunan Sekali Terungkap dalam Sidang




