Pemerintah Provinsi Lampung Bertekad Capai Nol Kasus Putus Sekolah Pada 2026

Dengan tekad kuat dan komitmen yang tak tergoyahkan, Pemerintah Provinsi Lampung berjanji untuk mencapai target nol kasus putus sekolah pada tahun 2026. Upaya ini bukan hanya sekedar wacana, melainkan komitmen serius yang akan diterjemahkan melalui berbagai program strategis dan evaluasi menyeluruh.
Strategi Pencapaian Nol Kasus Putus Sekolah
Untuk mencapai target nol kasus putus sekolah di tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mengupayakan penguatan evaluasi program pendidikan strategis dan penelusuran data peserta didik dari tingkat paling dasar hingga kabupaten/kota. Usaha ini disampaikan saat para pemangku kebijakan pendidikan Lampung menggelar rapat evaluasi dan penguatan implementasi strategi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung pada tanggal 18 Februari 2026.
Gubernur Lampung menegaskan pentingnya kerja keras dalam menjalankan program-program pendidikan yang telah ditargetkan pada 2025. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi untuk mengatasi berbagai isu yang mungkin muncul di lapangan, yang dapat merintangi pencapaian target tersebut.
Antisipasi Faktor Penyebab Putus Sekolah
Menurut Gubernur, ada berbagai faktor yang perlu diantisipasi sejak dini agar tidak ada satu pun anak yang terlepas dari sistem pendidikan. Faktor-faktor tersebut meliputi masalah ekonomi dan sosial yang mungkin dialami oleh anak-anak.
“Kita tidak ingin ada anak putus sekolah di 2026 ini. Banyak masalah di lapangan yang bisa menyebabkan itu terjadi, dan itu harus dimitigasi,” tegas Gubernur.
Upaya Penelusuran Data Siswa
Sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran data siswa secara menyeluruh. Penelusuran ini melibatkan perbandingan antara jumlah siswa yang masuk sekolah dengan jumlah lulusan setiap tahunnya.
“Kalau yang masuk 100 siswa dan yang lulus 98, berarti ada dua yang harus kita telusuri. Kita cari penyebabnya, apakah faktor ekonomi atau persoalan lainnya,” kata Thomas Amirico.
Solusi Untuk Siswa Putus Sekolah
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung juga menyiapkan tiga opsi solusi bagi siswa yang teridentifikasi tidak melanjutkan pendidikan. Opsi-opsi tersebut meliputi PKBM, pembelajaran jarak jauh, dan SMA Terbuka.
Pencacahan Ulang Data dan Koordinasi
Selain upaya-upaya di atas, pencacahan ulang data APS dan APK juga akan dilakukan untuk memastikan angka partisipasi dan putus sekolah dapat dipetakan secara akurat hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Disdikbud juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memvalidasi data berdasarkan kategori desil ekonomi satu hingga empat. Ini merupakan langkah penting dalam memastikan faktor ekonomi dapat terpetakan dengan baik.
Komitmen Penguatan Kebijakan Pendidikan
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kebijakan pendidikan di Provinsi Lampung. Tujuannya adalah untuk membuat pendidikan lebih terukur, berbasis data, dan tepat sasaran. Semua ini dilakukan demi memastikan setiap anak di Lampung mendapatkan haknya atas pendidikan yang layak.
➡️ Baca Juga: Film The King’s Warden Cetak Sejarah di Box Office Korea
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Beasiswa Mahasiswa Pendidikan Indonesia




