Pemprov DKI Tanggapi Isu Bullying: Kaji Penyusunan Pergub Khusus untuk Penanganan Perundungan
Dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit. Mengisi kegiatan dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, dan berdialog langsung dengan pasien dan tenaga medis yang berada di rumah sakit tersebut.
Interaksi Langsung Dengan Pasien dan Tenaga Kesehatan
Pramono Anung menyampaikan rasa syukurnya karena dapat berbuka puasa bersama para pasien dan tenaga kesehatan. Selain itu, ia juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan beberapa pasien yang sedang mendapatkan perawatan.
“Hari ini, saya merasa beruntung dan bersyukur dapat berbuka puasa sekaligus melaksanakan salat Magrib di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit,” ungkap Pramono Anung.
Keunikan Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit
Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit adalah salah satu dari sedikit rumah sakit khusus yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fasilitas yang mereka miliki cukup lengkap, dan menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat sistem layanan kesehatan mental bagi masyarakat.
Pemberian Semangat Untuk Para Pasien
Pada kesempatan tersebut, Pramono juga memberikan semangat kepada para pasien untuk tetap optimistis dalam menjalani proses pemulihan. Ia berharap para pasien yang menjalani perawatan dapat segera pulih dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Harapan saya, setelah menjalani perawatan di sini, mereka dapat menjadi lebih baik,” ujar Pramono Anung.
Menghilangkan Stigma Masyarakat
Lebih jauh, Pramono menekankan perlunya masyarakat untuk menerima dan sekaligus menghilangkan stigma yang ada terhadap pasien-pasien tersebut.
Respon Terhadap Isu Bullying
Selain berdialog dengan pasien, Pramono juga mendengarkan berbagai masukan dari tenaga kesehatan dan pihak rumah sakit. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah permasalahan perundungan atau bullying yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Pramono menyatakan akan meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk mempelajari kemungkinan penyusunan kebijakan khusus terkait penanganan perundungan. Langkah ini penting sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan kesehatan mental di masyarakat.
“Saya akan meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat beserta jajaran untuk mempelajari apakah memang diperlukan Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan penanganan perundungan,” ungkap Pramono.
Komtmen Pemerintah Daerah
Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah tidak hanya sebatas agenda seremonial. Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para pasien yang sedang menjalani proses pemulihan.
“Kami di sini untuk berbagi doa dan semangat, sekaligus memastikan para pasien yang sedang menjalani perawatan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, bermutu, adil, dan merata,” kata Pramono Anung.
Pramono menambahkan, pelayanan publik yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperkuat sistem layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Sayuran dan Manfaatnya untuk Kesehatan
➡️ Baca Juga: Transmart Hadirkan Sale Sepanjang Hari dengan Diskon Menggemparkan!


