Sebuah video yang berisi aksi beberapa anggota polisi yang tengah berlatih dengan alat simulator berkuda menjadi viral di media sosial. Video tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan dan spekulasi di kalangan netizen, khususnya terkait dengan fungsi dan nilai dari alat tersebut. Dalam konteks ini, Kabaharkam Polri, Komjen Karyoto, memilih untuk tidak memberikan komentar ketika ditanya oleh wartawan. Di sisi lain, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, memberikan penjelasan terkait fungsi dan nilai dari simulator berkuda tersebut.
Respons Singkat dari Kabaharkam Polri
Di tengah hiruk-pikuk pertanyaan dari media mengenai video simulator berkuda yang tengah viral, Komjen Karyoto memutuskan untuk tidak memberikan komentar. Ketika wartawan mencoba mendapatkan penjelasan lebih lanjut, Karyoto dengan singkat mengakhiri sesi wawancara dan segera meninggalkan kerumunan wartawan.
Para pengawal pribadi Komjen Karyoto juga bergerak cepat dan berhasil memisahkan wartawan yang masih berusaha mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari Karyoto.
Fungsi Simulator Berkuda Polri
Video yang viral tersebut menampilkan beberapa anggota polisi yang sedang berlatih menggunakan alat simulator berkuda. Latihan tersebut berlangsung di ruang simulator yang berada di Markas Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Menanggapi hal ini, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, memberikan penjelasan terkait fungsi dan nilai dari simulator berkuda tersebut. Menurut Isir, simulator berkuda tersebut merupakan bagian dari fasilitas latihan yang pengadaannya telah menggunakan anggaran tahun 2016.
Harga dan Fungsi Simulator Berkuda
“Harganya per unit Rp 1 miliar,” ujar Irjen Isir ketika ditanya oleh wartawan. Isir juga menambahkan bahwa simulator berkuda tersebut berfungsi sebagai sarana pelatihan dasar bagi polisi yang bertugas di satuan berkuda.
Simulator berkuda tersebut dirancang dengan berbagai fungsi yang membantu proses latihan menunggang kuda. Fungsi tersebut mencakup:
- Simulasi belajar teknik dasar menunggang, mulai dari berjalan, berlari, hingga galop atau gerakan lari kuda dengan ritme kaki yang seirama.
- Simulator juga mendukung latihan melompati rintangan serta simulasi balapan dan kecepatan.
Irjen Isir mengungkapkan detail informasi mengenai pengadaan dan fungsi simulator berkuda ini melalui pernyataan resmi kepada media. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa simulator berkuda tersebut memiliki peran penting dalam pelatihan anggota polisi, khususnya yang bertugas di satuan berkuda.
➡️ Baca Juga: Polisi Ungkap Kasus Mafia Tanah di Jawa Timur
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menguasai Bahasa Arab untuk Pemula: Studi Kasus
