Penyelesaian Live Nation Menjauhkan Kemungkinan Pemisahan dengan Ticketmaster
Untuk tetap bertahan, Live Nation harus membuat beberapa perubahan besar. Seperti yang pertama kali dilaporkan, Live Nation mencapai penyelesaian dengan Departemen Kehakiman dalam kasus antitrust yang menuduh raksasa hiburan langsung tersebut melakukan praktik monopoli. Live Nation dilaporkan akan membayar setidaknya $200 juta sebagai ganti rugi kepada negara-negara yang menjadi bagian dari kasus ini. Namun, mereka berhasil menghindari penjualan Ticketmaster.
Perubahan Praktik Bisnis
Live Nation juga akan diharuskan untuk membuat beberapa perubahan dalam praktik bisnisnya. Menurut laporan berita, Ticketmaster, anak perusahaan Live Nation, akan diharuskan untuk membuat “sistem penjualan tiket mandiri” yang memungkinkan pesaing pihak ketiga seperti SeatGeek dan Eventbrite untuk menjual tiket.
Penyelesaian ini bertujuan untuk melonggarkan beberapa kontrol Live Nation atas tempat-tempat pertunjukan juga. 13 amphitheater yang sebelumnya memiliki penataan pemesanan eksklusif dengan Live Nation akan beralih ke model pemesanan terbuka yang akan memungkinkan promotor lain untuk memesan di tempat tersebut. Perusahaan ini juga dilarang untuk membalas dendam terhadap tempat-tempat pertunjukan yang memilih penjual tiket lain selain Ticketmaster.
Lanjutan Kasus Hukum
Penyelesaian ini datang kurang dari seminggu setelah kasus tersebut diajukan ke pengadilan. Meskipun masalah ini mungkin telah diselesaikan dengan Departemen Kehakiman, banyak jaksa agung negara yang menjadi bagian dari gugatan ini akan melanjutkan tindakan hukum mereka secara terpisah.
“Penyelesaian yang baru saja diumumkan dengan Departemen Kehakiman AS gagal untuk mengatasi monopoli di pusat kasus ini dan akan memberi manfaat kepada Live Nation di atas konsumen,” tulis Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, dalam sebuah siaran pers. “Kami akan melanjutkan gugatan kami untuk melindungi konsumen dan mengembalikan persaingan yang adil ke industri hiburan langsung.” 26 jaksa agung lainnya menandatangani untuk melanjutkan gugatan dengan James.
Perubahan Model Pemesanan
Pada tanggal 10 Maret 2026, berita ini diperbarui untuk menjelaskan bahwa Live Nation beralih ke model pemesanan terbuka daripada menjual 13 amphitheater.
Perubahan ini adalah bagian dari penyelesaian yang dicapai antara Live Nation dan Departemen Kehakiman untuk mengakhiri praktik monopoli dalam penjualan tiket konser dan acara langsung lainnya. Model pemesanan terbuka ini diharapkan dapat memperluas akses ke penyelenggaraan acara bagi promotor lain dan mengurangi ketergantungan pada Ticketmaster.
Perubahan Menyeluruh
Perubahan ini mencakup seluruh aspek operasional Live Nation, mulai dari sistem penjualan tiket hingga cara mereka menjalankan tempat pertunjukan. Ini adalah sebuah langkah besar bagi industri yang telah didominasi oleh satu perusahaan selama beberapa dekade.
- Perubahan dalam sistem penjualan tiket akan memungkinkan pesaing untuk menjual tiket untuk acara Live Nation.
- Model pemesanan terbuka akan memungkinkan promotor lain untuk memesan di venue yang sebelumnya dikendalikan oleh Live Nation.
- Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah Live Nation dari membalas dendam terhadap tempat yang memilih penjual tiket lain.
Ini adalah langkah positif menuju pasar hiburan langsung yang lebih kompetitif dan adil. Meski begitu, masih banyak tantangan yang harus dihadapi seiring berjalannya waktu.
➡️ Baca Juga: Kode Redeem FF 16 Maret 2026, Dapatkan Hadiah Spesial untuk Event Ramadan
➡️ Baca Juga: Konsultasi Tarot: Masa Depan Karier Pasca PHK dan Pengangguran



