Kepergian Donny Fattah Menoreh Duka, Industri Musik Indonesia Alami Kehilangan Besar

Kabar duka telah melanda industri musik rock Indonesia. Donny Fattah, bassist handal dan salah satu pendiri grup band rock legendaris God Bless, telah meninggal dunia. Pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 76 tahun, Donny berpulang di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Kepergian Donny Fattah, yang selama bertahun-tahun telah menjadi fondasi penting bagi musik rock di Indonesia, telah menciptakan duka yang dalam untuk keluarga, teman-teman, dan penggemar musik rock di seluruh negeri.
Promotor musik senior, Log Zhelebour, salah satu yang merasakan kehilangan mendalam atas kepergian Donny. Log, yang tidak hanya teman tapi juga produser di balik beberapa album God Bless, menyampaikan belasungkawanya melalui video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya. “Aku, Log Zhelebour, bersama keluarga dan teman-teman penggemar musik rock, ingin mengucapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya saudara dan teman kita, Donny Fattah,” ucap Log, dikutip dari akun Instagram @logzhelebour_ori pada hari Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurut Log, Donny adalah seorang musisi yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk perjalanan grup band God Bless dan perkembangan musik rock di Indonesia. “Dia dikenal sebagai pemain bass yang mengabdikan hidupnya untuk God Bless. Semoga karya-karyanya tetap hidup dalam musik Indonesia,” lanjutnya. Log kemudian menutup pesannya dengan penghormatan terakhir kepada sahabat lamanya. “Selamat jalan Don. Aku akan selalu mengenangmu dan dunia musik merasa kehilangan. Selamat jalan dari lubuk hatiku yang paling dalam, semoga diterima di sisi-Nya,” pungkas Log.
Log Zhelebour merupakan sosok penting dalam perkembangan musik rock Indonesia pada periode 1980-an hingga awal 2000-an, menurut program radio Shindu’s Scoop episode Log Zhelebour. Selain dikenal sebagai promotor, Log juga telah memproduseri tiga album penting God Bless, yaitu Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), dan Apa Kabar (1997) melalui label rekamannya, Loggis Record.
Log juga diingat sebagai inisiator Festival Rock, sebuah kompetisi pencarian bakat band rock yang sangat berpengaruh pada jamannya. Kompetisi tersebut telah melahirkan beberapa nama besar dalam skena rock Indonesia, seperti Elpamas, Grass Rock, Power Metal, dan Roxx. Lewat festival ini, musik rock berhasil menyebar ke seluruh Indonesia. Band-band rock lawas Indonesia yang sebelumnya hanya membawakan lagu-lagu Barat, akhirnya mampu membawakan lagu-lagu orisinal mereka sendiri. Festival Rock bisa dibilang menjadi “game changer” dalam industri musik, membangkitkan semangat rock dan mempercepat perkembangan “ekosistem” musik rock di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Kisah Runtuhnya Kesultanan Cirebon
➡️ Baca Juga: Satgas Covid-19 Kembali Aktifkan Posko Daerah



