Dewa United Kalahkan Raksasa Thailand di Malaysia Lewat Drama Overtime yang Menegangkan
Dewa United Banten (DUB) telah membuktikan mentalitas juara mereka dengan mengalahkan tim asal Thailand, Hi-Tech Basketball Club (HIT), dalam sebuah pertandingan yang penuh drama dan ketegangan. Laga ini berlangsung di penyisihan Grup A Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2026 dan berakhir dengan skor 99-94. Kemenangan ini bukan hanya menunjukkan kemampuan tim, tetapi juga semangat juang yang tinggi di tengah tekanan.
Pertandingan yang Menegangkan di Lankin Indoor Stadium
Pertandingan berlangsung di Arena Lankin Indoor Stadium, Malaysia, pada Rabu malam (15/4). Dewa United, yang dikenal dengan julukan “Anak Dewa”, harus berjuang keras dan melewati babak perpanjangan waktu (overtime) untuk meraih kemenangan ketiga mereka secara beruntun. Ini adalah bukti nyata bahwa tim ini memiliki daya juang yang tidak mudah pudar meskipun menghadapi raksasa basket Thailand.
Pertandingan Dimulai dengan Ketegangan
Sejak awal, Dewa United menghadapi tantangan berat. Mereka sempat tertinggal di awal laga, namun segera menemukan ritme permainan yang efektif. Melalui koordinasi yang baik antara pemain di lini depan dan belakang, Dewa United berhasil mencetak poin penting. Di penghujung kuarter pertama, mereka berhasil menutup periode dengan keunggulan tipis 17-14, setelah melalui serangan yang intens.
Kuarter Kedua: Dominasi Dewa United
Memasuki kuarter kedua, Dewa United menunjukkan dominasi yang semakin jelas. Di bawah arahan pelatih Augusti Julbe Bosch, tim ini mulai mengatur tempo permainan dengan lebih baik dan meningkatkan akurasi tembakan. Keberhasilan mereka dalam mengontrol permainan menjadi kunci dalam meraih keunggulan yang lebih besar.
Serangan Efektif Dewa United
Dewa United mengandalkan kombinasi serangan dari duet pemain asing, Troy Gillenwater dan Joshua Ibarra. Keduanya berhasil memanfaatkan peluang di area cat dan perimeter dengan sangat baik. Mereka menutup kuarter kedua dengan keunggulan yang meyakinkan, mencetak 28 poin dibandingkan 15 poin yang diraih lawan.
Kuarter Ketiga: Hi-Tech Bangkit
Di kuarter ketiga, Hi-Tech mulai menunjukkan perlawanan yang lebih serius. Tim asal Thailand ini mencoba untuk menembus pertahanan Dewa United dan mencetak poin-poin penting. Meski demikian, Dewa United tetap menjaga keseimbangan permainan dan tidak kehilangan kendali. Kedua tim saling berbalas angka, yang membuat kuarter ini berakhir imbang 21-21.
Ketegangan Semakin Meningkat di Kuarter Keempat
Kuarter keempat menjadi semakin memanas. Hi-Tech menunjukkan kebangkitan, menerapkan permainan yang lebih agresif dan penuh tekanan. Mereka berhasil mendominasi perolehan poin di kuarter ini, memanfaatkan beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Dewa United. Akhirnya, Hi-Tech menutup kuarter keempat dengan keunggulan 35-19, memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Perpanjangan Waktu yang Menegangkan
Setelah memasuki babak perpanjangan waktu, Joshua Ibarra menjadi bintang lapangan dengan penampilan gemilang. Ia berhasil mencetak enam poin berturut-turut sebagai respons atas tembakan Accheaus Fields yang menyamakan kedudukan di awal overtime. Keberanian dan ketenangan Ibarra menjadi kunci bagi Dewa United untuk meraih kembali kontrol permainan.
Keberhasilan dalam Momen Krusial
Tidak hanya Ibarra yang bersinar; Troy Gillenwater juga menunjukkan ketenangannya di saat-saat penting. Ia sukses mengeksekusi lemparan bebas dengan sempurna, membawa Dewa United unggul 95-87 dengan waktu tersisa satu menit 52 detik. Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa Dewa United memiliki mentalitas juara yang patut diacungi jempol.
Peluang Hi-Tech yang Terbuang
Meskipun Hi-Tech masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, mereka tidak mampu memaksimalkan momen krusial tersebut. Dalam 47,4 detik terakhir pertandingan, Hi-Tech berhasil memperkecil selisih menjadi hanya tiga poin dua kali, tetapi kegagalan dalam memanfaatkan kesempatan tersebut mengakibatkan mereka tidak dapat mengubah arah pertandingan.
Pencapaian Individu yang Mengagumkan
Dalam pertandingan ini, Troy Gillenwater tampil sebagai pendulang poin terbanyak untuk Dewa United, mencetak 31 poin dan sembilan rebound. Joshua Ibarra juga mencatatkan prestasi mengesankan dengan meraih angka double-double, mencetak 14 poin, 11 assist, dan empat rebound. Keduanya menjadi pilar penting dalam keberhasilan tim ini.
Kemenangan yang Mempertahankan Posisi Puncak
Dengan kemenangan ini, Dewa United mencatatkan kemenangan ketiga mereka dalam tiga pertandingan, yang memastikan mereka tetap berada di puncak klasemen Grup A BCL Asia-East 2026. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar angka di papan skor, tetapi juga menunjukkan bahwa Dewa United mampu bersaing dengan tim-tim besar di tingkat Asia.
Menghadapi Tantangan di Depan
Kedepannya, Dewa United diharapkan dapat mempertahankan performa mereka dan menghadapi tantangan yang lebih berat. Setiap pertandingan akan menjadi ujian bagi mentalitas dan keterampilan mereka. Namun, dengan semangat juang yang ditunjukkan dalam pertandingan melawan Hi-Tech, tidak ada yang mustahil bagi tim ini.
Dengan catatan kemenangan yang mengesankan ini, Dewa United semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di pentas basket Asia. Semoga mereka terus menunjukkan performa terbaik dan menginspirasi para penggemar di tanah air.
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Pariwisata Indonesia Bersama Jepang untuk Dominasi Pasar Asia yang Lebih Besar
➡️ Baca Juga: Penerima Bansos PKH Dapatkan Peluang Pendapatan dan Pekerjaan Melalui Kopdes Merah Putih




