Kerja Sama Korpri dan BSI Tingkatkan Layanan Keuangan Syariah untuk 6,7 Juta ASN

Sebuah kolaborasi strategis baru telah terbentuk antara Dewan Pengurus Korpri Nasional, yang dipimpin oleh Prof. Zudan, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), yang dikepalai oleh Anggoro Eko Cahyo. Tujuan utama kerja sama ini adalah untuk memperluas akses dan meningkatkan pemahaman terhadap layanan keuangan syariah bagi para aparatur sipil negara (ASN) yang berjumlah sekitar 6,7 juta orang di seluruh Indonesia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman
Perjanjian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua belah pihak, yang disaksikan oleh pengurus Korpri dan manajemen BSI. Penandatanganan ini berlangsung pada hari Senin, tanggal 9 Maret 2026, di BSI Tower, Jakarta. Prof. Zudan menyatakan kegembiraannya atas kerja sama ini dan memberikan apresiasi atas respons cepat dan inisiatif yang ditunjukkan oleh manajemen BSI dalam menjalin kerja sama dengan Korpri.
Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Korpri yang telah memberikan kepercayaan kepada BSI. Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperluas pemanfaatan layanan perbankan syariah di lingkungan ASN.
Layanan dan Edukasi Keuangan Syariah
Dalam kerja sama ini, fokus tidak hanya diberikan pada penyediaan layanan perbankan, tetapi juga pada program edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap produk dan prinsip keuangan syariah. BSI juga telah mempersiapkan berbagai layanan yang dapat digunakan oleh anggota Korpri, termasuk layanan bank emas untuk investasi jangka panjang, program tabungan dan pembiayaan umrah berbasis syariah, serta skema pembiayaan perumahan dengan skema yang kompetitif.
Komitmen Korpri dan BSI
Melalui kerja sama ini, Korpri dan BSI berkomitmen untuk menyediakan layanan keuangan syariah yang mudah diakses dan mendukung peningkatan literasi keuangan bagi ASN di seluruh Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Prof. Zudan juga mengajak seluruh ASN untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mendorong ASN untuk menyisihkan sebagian tunjangan hari raya (THR) mereka untuk membantu pembangunan hunian tetap maupun sementara serta pemulihan sarana dan prasarana di wilayah terdampak.
➡️ Baca Juga: Ada Festival Cap Go Meh, Kebun Raya Bogor Ramai 10.000 Pengunjung
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menguasai Bahasa Arab untuk Pemula: Studi Kasus


