Simulasi Vertical Rescue dalam Pembersihan Menara Masjid Agung Bandung: Pendekatan Profesional dan Efisien

Pada suatu hari Selasa yang cerah, terlihat beberapa personel vertical rescue berjajar di pinggir menara Masjid Agung Bandung, menunjukkan kelihaian mereka dalam bekerja di ketinggian. Mereka menuruni tali dari ketinggian menara, satu demi satu, dalam sebuah simulasi vertical rescue menara Masjid Agung Bandung yang juga sekaligus menjadi demonstrasi pembersihan menara ikonik tersebut.
Pendekatan Profesional dalam Simulasi Vertical Rescue
“Demo ini bertujuan menunjukkan teknik yang digunakan saat membersihkan menara atau media ketinggian lainnya,” ujar Rachman, pemimpin Tim Satgas Eksibisi berusia 54 tahun. Dalam simulasi ini, delapan personel ditugaskan untuk bekerja di pilar menara bagian selatan. Menara tersebut memiliki ketinggian sekitar 81 meter, setara dengan 20 lantai bangunan.
Menurut Rachman, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan metode kerja aman saat berada di ketinggian. Personel menggunakan tali statik sebagai pengaman saat memanjat dan menuruni menara. Cara ini berbeda dengan teknik panjat tebing yang biasanya menggunakan tali dinamik.
Keamanan dan Keselamatan Menjadi Prioritas
“Memang tidak terlalu sulit naik ke atas, tetapi pengamanan tetap harus ada. Kami ingin masyarakat memahami bahwa dalam bekerja di mana pun, terutama di ketinggian, keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tambah Rachman.
Untuk pembersihan menara secara menyeluruh, tim masih menunggu keputusan dari pengelola masjid. Selain membutuhkan personel tambahan, tim juga membutuhkan cairan khusus untuk membersihkan permukaan menara.
Partisipasi Komunitas dalam Merawat Masjid
Roedy Wiranatakusumah, Ketua Nazir Masjid Agung Bandung, menganggap kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi komunitas profesional dalam menjaga dan merawat masjid. Tim vertical rescue memperagakan teknik pembersihan dua menara ikonik Masjid Agung Bandung.
“Kami mendapatkan dukungan dari vertical rescue. Ini adalah bentuk partisipasi mereka dalam melakukan kegiatan profesional di Masjid Agung,” ujar Roedy.
Roedy berharap kegiatan ini mampu mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pemeliharaan masjid. Menurutnya, Masjid Agung Bandung adalah tempat yang dikhususkan bagi masyarakat.
Masjid Agung Bandung, Rumah Bersama Masyarakat
“Masjid ini adalah rumah Allah yang harus dijaga kebersihannya. Kami berharap ke depannya semakin banyak pihak yang bekerja sama untuk memakmurkan Masjid Agung,” kata Roedy menutup perbincangannya.
➡️ Baca Juga: Hasan Nasbi Hadir dalam Rapat Prabowo di Hambalang: Konfirmasi Undangan dari Protokol Istana
➡️ Baca Juga: 5 Contoh Pagar Teralis Modern yang Populer di Tahun 2026: Panduan Lengkap Optimasi SEO untuk Peningkatan Peringkat Google




