UMKM Perempuan Memanfaatkan Digital, Transaksi Meningkat Hingga 15 Kali Lipat

Dalam era digital yang semakin berkembang, pelaku usaha perempuan di Indonesia semakin menunjukkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan bisnis. Menyambut Hari Kartini, sebuah pelatihan bertajuk “Waktunya START! #JualanNyaman” digelar oleh Tokopedia dan TikTok Shop bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai perlindungan kekayaan intelektual (KI) dan cara-cara memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan bisnis mereka. Dengan data menunjukkan bahwa 64,5 persen dari total 65,5 juta UMKM di Tanah Air dikelola oleh perempuan, kontribusi mereka terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 9,1 persen semakin menggarisbawahi peran penting perempuan dalam perekonomian.
Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk UMKM Perempuan
Perlindungan kekayaan intelektual (KI) menjadi salah satu topik utama dalam pelatihan ini. Vonny Ernita Susamto, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, menekankan bahwa keamanan saat berjualan sangat penting. Hal ini termasuk perlindungan atas produk yang mereka jual dan kepemilikan izin usaha yang sah. Dalam semester pertama 2025, lebih dari 130 ribu laporan pelanggaran KI telah diproses melalui pusat perlindungan terintegrasi yang disediakan oleh Tokopedia dan TikTok Shop.
Mengapa perlindungan kekayaan intelektual begitu krusial? Beberapa alasan kuncinya adalah:
- Melindungi inovasi dan kreasi
- Mencegah peniruan produk oleh pihak lain
- Membangun kepercayaan konsumen
- Meningkatkan nilai jual produk
- Memfasilitasi akses ke sumber pendanaan
Transformasi Digital Sebagai Katalisator Pertumbuhan
Dalam dunia yang semakin terhubung, bergabung dengan ekosistem digital telah terbukti mampu mempercepat pertumbuhan bisnis. Menurut Vonny, sejumlah penjual, terutama dari brand lokal, mengalami peningkatan transaksi yang mencengangkan, bahkan hingga 15 kali lipat setelah mereka beradaptasi dengan platform digital. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membuka peluang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Strategi Konten Kreatif dalam Meningkatkan Penjualan
Salah satu cara efektif untuk meningkatkan penjualan di era digital adalah dengan memanfaatkan konten kreatif. Di platform seperti TikTok, video promosi dan sesi siaran langsung telah terbukti mampu menarik perhatian konsumen dan mendorong peningkatan penjualan. Selama Ramadan 2026, misalnya, sesi live di TikTok mampu menciptakan lonjakan transaksi hingga 15 kali lipat.
Berikut adalah beberapa strategi konten kreatif yang dapat diterapkan oleh UMKM perempuan:
- Membuat video tutorial yang menarik
- Melakukan sesi tanya jawab secara langsung dengan audiens
- Menampilkan testimoni pelanggan
- Berpartisipasi dalam tren viral yang relevan
- Menggunakan influencer untuk memperluas jangkauan
Peran Pemerintah dalam Mendukung UMKM Perempuan
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta yang bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM perempuan. Ia menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan saat ini memiliki tiga fokus utama: pengamanan pasar domestik, perluasan pasar ekspor melalui perjanjian dagang internasional, serta peningkatan kualitas produk lokal.
Dalam konteks itu, Dyah mengungkapkan, “Arahan Presiden Prabowo Subianto adalah memastikan Indonesia tetap berdaya dan pertumbuhan ekonomi nasional terus meningkat.” Dengan dukungan dari pemerintah, UMKM perempuan diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan peluang baru yang ada.
Pengalaman Pelaku UMKM Perempuan di Era Digital
Dalam acara pelatihan tersebut, beberapa pelaku UMKM berbagi pengalaman mereka. Salah satunya adalah Rizka, pemilik usaha nasi Timur Tengah instan, yang mengungkapkan bahwa ekosistem digital memberinya kesempatan untuk menemukan pasar baru dan meningkatkan omzet penjualan. Melalui platform digital, ia berhasil menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas produk.
Pengalaman Rizka menunjukkan bagaimana teknologi dapat diubah menjadi alat yang memberdayakan. Hal ini juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Fasilitas Konsultasi untuk Pelaku UMKM
Kegiatan ini juga menyediakan fasilitas klinik desain, klinik kekayaan intelektual, dan klinik pemasaran yang berfungsi sebagai sarana konsultasi bagi pelaku usaha. Dengan adanya fasilitas ini, pelaku UMKM perempuan dapat memperoleh bimbingan dan dukungan dalam mengembangkan strategi bisnis mereka.
Fasilitas-fasilitas tersebut dirancang untuk membantu UMKM dalam menghadapi tantangan yang ada, serta memberikan wawasan tentang cara memanfaatkan peluang yang ada di pasar.
Inisiatif “Beli Lokal” untuk Mendorong Produk Dalam Negeri
Sebagai bagian dari perayaan Hari Kartini, Tokopedia dan TikTok Shop meluncurkan program “Beli Lokal” yang menghadirkan berbagai promo menarik untuk produk dalam negeri. Program ini berlangsung hingga 23 April 2026 dan bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih memilih produk lokal serta mendukung pertumbuhan UMKM perempuan.
Inisiatif ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga konsumen yang dapat menemukan produk berkualitas dari dalam negeri. Dengan semakin banyaknya dukungan terhadap produk lokal, diharapkan perekonomian nasional dapat terus tumbuh dan berkembang.
Dengan adanya pelatihan, fasilitas konsultasi, dan inisiatif promosi produk lokal, UMKM perempuan di Indonesia memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berpartisipasi dalam perekonomian digital. Melalui upaya bersama ini, diharapkan mereka dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
➡️ Baca Juga: Anies Baswedan Dorong Kebijakan Transportasi Berbasis Listrik
➡️ Baca Juga: Inovasi Perlindungan Nasabah: Kunci Jasa Keuangan yang Efektif dan Aman




