Melibatkan Masyarakat untuk Mengurangi Angka Kecelakaan Selama Mudik

Dalam menjalankan tradisi mudik Lebaran, ada satu tantangan besar yang selalu menjadi sorotan, yakni tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Meski sudah banyak upaya yang dilakukan, baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat, namun angka kecelakaan selama mudik masih cukup tinggi. Kunci utama dalam mengurangi angka kecelakaan tersebut, menurut para ahli, adalah dengan melibatkan partisipasi publik, khususnya para pemudik.
Aksi Keselamatan Jalan
Edo Rusyanto, selaku Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), menekankan pentingnya partisipasi publik dalam upaya menekan angka kecelakaan selama mudik. Menurutnya, faktor manusia merupakan pemicu utama kecelakaan lalu lintas yang dominan.
“Kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko perlu ditingkatkan oleh para pemudik untuk memangkas fatalitas kecelakaan di jalan,” ujar Edo Rusyanto dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Jarak Aman.
Pentingnya Partisipasi Publik
Lebih lanjut, Edo Rusyanto menegaskan bahwa partisipasi publik memiliki andil besar dalam menekan kasus maupun fatalitas kecelakaan lalu lintas. Kita perlu memahami potensi terjadinya kecelakaan saat berkendara dan menerapkan manajemen perjalanan mudik yang sehat serta selamat.
“Pemudik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat guna menjaga kebugaran sebagai bekal senantiasa berkonsentrasi saat berkendara,” kata Edo Rusyanto.
Sinergisitas dan Partisipasi Publik
Edo Rusyanto menilai, penurunan kasus dan fatalitas kecelakaan saat musim mudik Lebaran tahun 2025 adalah buah dari sinergisitas para pemangku kepentingan keselamatan jalan dan partisipasi publik. Partisipasi itu berupa kesadaran pentingnya berlalulintas jalan yang aman dan selamat.
- Data Operasi Ketupat Korlantas Polri tahun 2025 menunjukkan penurunan kasus kecelakaan selama periode itu sebanyak 31%. Sedangkan fatalitas atau korban meninggal dunia turun 53%.
- Data tersebut juga menyebutkan ada 3.181 kasus kecelakaan dan merenggut 787 korban jiwa.
Preventif Kecelakaan
Lilik Andi Baryono, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC), menegaskan bahwa semua upaya akan sia-sia setelah terlihat kecelakaan. Kecelakaan tidak hanya merugikan kesehatan, tapi juga harta benda, waktu hingga masa depan atau karier.
“Karena itu, kecelakaan harus dicegah. Kita tahu, penyebab umum kecelakaan adalah soal gagalnya antisipasi saat berkendara,” ujar Lilik.
Mengatasi Kelelahan Pengemudi
Salah satu faktor yang menjadi penyebab kecelakaan adalah kelelahan pengemudi. Untuk mengatasi kelelahan, pengemudi harus beristirahat sekitar 15-20 menit setiap 2 jam berkendara.
“Selain itu, hindari konsumsi kafein berlebih dan perbanyak konsumsi air putih,” tambah Lilik.
➡️ Baca Juga: Menjelajahi Ethnomatematika lintas budaya RI-Thailand
➡️ Baca Juga: Tarif Tol Trans Jawa Naik Mulai Pekan Depan




